Bismillaahirrahmaanirrahiim
“ARBA’IN”
ARBA’IN LI-ITMÂMIL HUJJAH ‘ALAL MUKHALLIFÎN
(Empat Puluh Risalah, Menyempurnakan Argumen Bagi Para
Penentang)
Karya
Mirza Ghulam Ahmad
a.s.
(Al-Masih Al-Mau’ud a.s.
-- Al-Masih yang Dijanjikan a.s.)
Bagian 20
ARBA’ÎN KE II
KEDUA PIHAK
YANG BERTENTANGAN CUKUP MENGUCAPKAN ÂMÎN UNTUK KEPUTUSAN ALLAH SWT. YANG
DISEPAKATI DALAM NASKAH DOA BERSAMA YANG DIPANJATKAN & KEBENARAN WAHYU-WAHYU
ILAHI YANG DITERIMA MASIH MAU’UD A.S.
Oleh
Ki Langlang Buana
Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab sebelumnya telah dikemukakan wahyu-wahyu Ilahi yang diterima Masih
Mau’ud a.s. dalam topik Berbagai Tanda Dukungan
dari Langit dan Bumi & Perlu Membuat Pernyataan tertulis Bersedia
Menerima Kebenaran. Masih Mau’ud a.s. bersabda:
“Kini,
katakanlah! Keragu-raguan apa lagi
yang masih tertinggal mengenai kewafatan Nabi Isa a.s. setelah
mengetahui penjelasan-penjelasan ayat tersebut? Masalah pendakwaanku, itupun bukan tanpa bukti. Di dalam kitab Bukhari dan Muslim jelas
tertulis bahwa Masih Mau’ud akan lahir dari
antara umat ini (umat Islam) juga. Dan Tuhan telah menjadikan gerhana
bulan dan matahari pada bulan Ramadhan untukku. Demikian pula
di bumi ini banyak tanda-tanda
yang terjadi, dan sesuai dengan Sunnatullah
semua dalil-dalil itu telah sempurna.
Aku bersumpah demi Dzat yang nyawaku berada di Tangan-Nya, jika anda
sekalian ingin menyaksikan tanda-tanda Tuhan yang lainnya
setelah membersihkan hati anda sekalian, maka itulah Dia Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tanpa bimbingan-Nya anda sekalian bisa menjadi pengikut
yang salah.
Dia itu Maha
berkuasa untuk memperlihatkan tanda-tanda-Nya dengan kehendak[1] dan kewenangan-Nya sendiri tanpa harus mengikuti suatu usulan (saran)
dari anda sekalian. Dan aku yakin, jika
anda sekalian dengan hati yang bersih meminta kepadaku
dan berjanji kepada Tuhan bahwa “Seandainya ada kemampuan yang melebihi
kemampuan manusia dapat zahir, kami
berjanji akan melepaskan semua kedengkian,
dan dengan keridhaan Tuhan
semata kami akan masuk ke dalam
silsilah Jemaat ini”, pastilah Tuhan
akan memperlihatkan tanda.
Tetapi tiada
kekuatan padaku menentukan waktu 2 atau 3 hari untuk dapat memperlihatkan suatu tanda, atau seenaknya
aku mengikuti kehendak anda sekalian, sebab ini semua ada pada kekuasaan Tuhan. Jika Dia menghendaki tanggalnya maka Dia akan menentukannya.
Perlu Membuat Pernyataan
Tertulis & Ajakan Melakukan “Doa Bersama” Memohon Tanda Ilahi
Jika ada yang mencari kebenaran dengan niat
bersih maka hal ini tidak
akan mendapatkan kesulitan, sebab jika
Tuhan hendak memperlihatkan suatu tanda
baru pada zaman ini, tidak
mungkin Dia menentukan barang 50 atau 60 tahun, bahkan dalam waktu yang tidak lama, seperti orang pada waktu sidang pengadilan atau dalam urusan bisnis menentukan waktu baginya.
Penyelesaian perkara semacam ini bisa dengan cara pernyataan tertulis, jika segala
macam kotoran dibersihkan dari hati
anda sekalian, dan betul-betul
menghendaki keputusan dari
Tuhan. Dan di dalam cara-cara
semacam ini perlu sekurang-kurangnya ada
40 orang maulvi kenamaan, seperti Maulvi Muhammad Hussain Batalwi, Maulwi Muhammad Nazir Hussain Akhlewi, Maulwi Abdul Jabbar Gaznawi, Maulwi
Rasyid Ahmad Ganggohi serta Maulwi Meher Ali Syah Golrawi, mereka membuat
suatu pernyataan tertulis
lalu muat di dalam suatu suratkabar Islam yang terkenal
bahwa, “Kami akan meninggalkan
perlawanan dan akan masuk baiat dengan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Gagah,
apabila suatu tanda yang luar biasa dapat zahir sebenar-benarnya”.
Apabila cara
ini anda sekalian tidak setuju dan
timbul pikiran bahwa, “Menyiarkan baiat
semacam itu adalah suatu kehancuran martabat kami”, atau merendahkan
diri semacam itu adalah suatu
hal yang tak mungkin dalam setiap perkara, maka ada satu cara yang lain lagi dan mudah,
selain itu tidak ada cara lagi.
Yakni lebih mudah yang di
dalamnya tidak terdapat unsur menjatuhkan
gengsi anda sekalian, dan tak sedikitpun ada kekhawatiran akan suatu bahaya bagi kehormatan, atau harta benda atau nyawa sebagai akibat suatu mubahalah (bertanding doa). Dan cara itu adalah bertakwa
kepada Tuhan. Kasihanilah umat
Muhammad, adakanlah suatu pertemuan
di kota Batala atau Amritsar atau Lahore. Undanglah
sedapat mungkin ulama-ulama terhormat serta pemimpin
dunia dan aku pun bersama dengan Jemaatku
akan hadir, kemudian berdoalah kepada Tuhan sebagai
berikut:
“Ya Allah,
jika orang ini memang penipu dan bukan datang dari Engkau dan bukan Al-Masih Mau’ud
serta bukan Al-Mahdi maka jauhkanlah
fitnah ini dari orang-orang
Muslim dan selamatkanlah Islam
serta pemeluknya dari kejahatannya,
seperti Engkau melemparkan Musailamah Al-Kadzdzab dan menyelamatkan orang-orang Islam dari kejahatannya. Tetapi jika memang benar
dia dari Engkau dan pikiran serta
akal kami yang salah maka, wahai Tuhan
Yang Maha Kuasa, berilah pengertian
kepada kami agar kami tidak binasa,
dan zahirkanlah suatu tanda yang hati kami dapat menerimanya bahwa ini benar dari Engkau.”
Jika doa ini telah diucapkan [kalian] maka aku bersama Jemaatku akan mengucapkan Amin dengan suara
keras, dan saat itu aku akan berdoa.
Pada saat ini semua ilham yang
berada di tanganku yang kini telah kutulis
sebagaimana berikut ini. Pendek kata,
inilah risalah yang di dalamnya terdapat ilham-ilham ini
yang akan sampai di tangan anda sekalian. Risalah ini berisi doa:
“Wahai Tuhan, jika ilham-ilham yang termaktub di dalam risalah ini yang
ada padaku – yang oleh karenanya aku mendakwakan diriku sebagai Masih
Mau’ud dan Mahdi Ma’hud dan aku menyatakan
bahwa Hadhrat Isa a.s. telah wafat –
seandainya ini bukan Kalam
Engkau dan aku ini adalah
pendusta
di sisi Engkau, penipu, dan dajjal, penabur fitnah
di dalam umat Muhammad saw., maka timpakanlah murka Engkau padaku, dan dengan kerendahan
hati aku berdoa di hadapan Engkau: Hapuskanlah
namaku dari antara orang yang hidup di dalam waktu setahun mulai
hari ini, hancur-leburkanlah semua
urusanku, hapuslah jejakku dari dunia.
Tetapi jika aku
datang dari Engkau dan ilham-ilham yang ada padaku saat ini
adalah dari Engkau dan diriku ini
adalah maksud karunia Engkau, maka hai Tuhan Yang Maha Kuasa dan Bijaksana,
berikanlah kemajuan yang luar biasa
kepada Jemaat Engkau dalam tahun ini dan juga di masa selanjutnya. Berikanlah berkat-berkat dan anugerahilah berkat-berkat
di dalam kehidupanku dan turunkanlah
pertolongan langit kepada Jemaatku.”
Pihak Penentang Cukup Mengucapkan “Âmīn”
Apabila doa ini selesai dipanjatkan maka semua lawan yang hadir
mengucapkan Amin[15]. Dan boleh juga anda sekalian tampil untuk doa ini dengan hati yang bersih, tanpa ada rasa benci dan amarah, serta janganlah
mempunyai pikiran kalah-menang, dan jangan
pula menyatakan bahwa doa
ini adalah mubahalah,
sebab semua untung-ruginya terbatas pada
diriku, sedikit pun pengaruhnya tidak kepada penentang.
Wahai para pemimpin, sudah nyatalah bahwa perbedaan
telah sangat jauh, dan akibat
dari perpecahan dan pendustaan anda sekalian, Islam sedang mengalami kelemahan, ketika ribuan cobaan datang kepada Jemaat ini dan telah mencapai puncaknya, setiap pengikutku dikafirkan
maka nampaklah perbedaan yang jelas.
Di saat seperti itulah datang tuntutan Islam atas kecintaan
bagaikan seorang yang pergi ke hutan berpasrah
diri mendirikan shalat istisqa (shalat minta
hujan).
Demikian
pula hendaknya menjadikan hal ini suatu kepasrahan kepada Tuhan, dan berdoa sekhusyuk-khusyuknya, dengan merendahkan diri dan menangis di hadapan Tuhan. Tuhan akan mengabulkan doa-doa orang yang mukhlis.
Oleh karena itu jika hal ini bukan dari Tuhan melainkan buatan manusia
serta tipu muslihatnya maka doa umat yang berhadapan dengan
akan cepat terkabul. Tetapi jika ini adalah Jemaat Ilahi dan berkembang oleh tangan Tuhan maka doaku akan dikabulkan.
Karena itu wahai para pembesar, terimalah hal ini demi Tuhan.
Tidak
perlu banyak-banyak membuat perkumpulan.
Kumpulkanlah sebanyak 40 orang ulama,
jangan kurang dari itu. Jumlah 40 adalah
angka keberkatan untuk pengabulan
doa. Dan doa di antara orang-orang dunia pun yang mau ikut
dipersilakan. Dan berdoalah dengan khusyuk hingga bercucuran
air mata. Walaupun setiap orang bagaikan musafir mendapat kesusahan dan mengeluarkan ongkos pembelanjaan, namun besar harapan
Tuhan akan mengabulkannya.
Wahai para suciwan, pembimbing
kaum, dan para ulama! Sekali lagi demi
Tuhan kukatakan kepada anda sekalian, kabulkanlah ajakanku ini. Perlu diingat, bahwa dikarenakan bepergian di musim panas sering banyak
halangan dan biasanya penyakit pun
merajalela, oleh karena itu untuk pertemuan
ini pada tanggal 15 Oktober 1900 di musim yang baik adalah tepat.
Bolehlah
dari pihak lawan kami, Tuan Mullah Mehr
Ali Syah Golrawi atau Maulwi
Muhammad Hussain Batalwi atau Maulwi
Abdul Jabbar Gaznawi menjadi pemimpin atau sekretarisnya. Dan berikanlah persetujuan bermusyawarah, akan tetapi demi Tuhan, hindarilah
dari penambahan syarat
lain.
Demi Tuhan semata, kuajukan usul
ini, dan Tuhan-ku mengetahui segala sesuatu. Hanya untuk memperlihatkan kebenaran yang hakiki
aku mengajukan usul ini, di dalamnya
tidak ada bagian mubahalah.
Dan juga atas nyawaku dan kehormatanku, demi Tuhan maka terimalah usul ini.
Mencari-cari “Kesalahan
Tafsir” Para Rasul Allah
Lihatlah, betapa para ulama berada dalam kesulitan
menghadapiku. Kadangkala mereka mencari-cari kesalahan yang dibuat-buat atas diriku, yang di
dalamnya para nabi pun ikut dibawa-bawa. Nabi-nabi yang
lainpun mengerjakan pekerjaan kasar,
menjadi kuli, memakai benda-benda
buatan orang kafir, mengendarai bagal
beliau-beliau dikatakan dajjal.
Kabar suka tentang beliau-beliau menjelma kepada sebagian orang
berupa ujian-ujian yang tidak
sesuai dengan pikiran mereka.
Seperti kaum Yahudi yang hingga kini tidak percaya akan kabar suka kedatangan Al-Masih yang akan datang dalam wujud seorang raja, dan kabar
suka kedatangan Nabi Elia kedua kalinya sebelum
kedatangan Al-Masih.
Demikian
pula kepada Hadhrat Ibrahim a.s.,
musuh-musuh pun mendustakannya, dan
kepada Hadhrat Musa a.s., dengan tipu muslihat perhiasan orang-orang Mesir diambil, dan berdusta serta mengkhianati, membunuh anak
laki-laki, semua itu hingga kini orang
Arya dan lain-lain menyangkalnya.
Demikian
pula ketika berita tentang Hudaibiyah yang menurut
orang-orang bodoh tidak sempurna,
maka pada sebagian tertulis keterangan
bahwa mereka menjadi murtad. Demikian pula
kadang-kadang Nabi [saw.] sendiri
pun mengenai kabar suka sekali-kali bisa keliru mengartikannya,
contohnya hadits “dzahaba wahalā.”
Dan janji Nabi Yunus a.s. azab yang ketentuan waktunya 40 hari
tak terbantahkan (janji yang pasti)
ternyata terhindar. Kabar tentang hukuman bagi orang-orang mukmin
bertakwa merupakan hidayah
(petunjuk) yang terang, sebagaimana
terdapat di dalam mufasal Durri Mansur dan kitab Yohanes,
lalu kenapa pula menolakku kendati telah ada peringatan-peringatan
tersebut? Apakah ini cara
yang takwa? Coba pikirkan
sendiri.
Wahyu-wahyu
Ilahi Kepada Masih
Mau’ud a.s.
Sekarang
akan aku tuliskan ilham-ilham selanjutnya, sebab di saat mendoa jika risalah
ini ada di tangan maka keberadaan ilham-ilham itu pun perlu, dan doa itu adalah [Arab]:
Terjemahannya:
“Maha Suci Allah Yang Maha Beberkat dan Maha
Tinggi, Yang memperbesar kedudukan engkau. Dia akan memutus tali
keturunan dari leluhur engkau dan akan dimulai dengan engkau. “Salam” (damai)
adalah perkataan dari Tuhan Maha Penyayang. Akan dikatakan: “Hancurlah orang
yang berbuat zalim (aniaya).” Engkau akan menyaksikan keturunan yang jauh. Kami
akan mengaruniakan kepada engkau kehidupan yang baik. Delapan puluh tahun, atau
sekitar itu, atau akan Kami tambahkan
beberapa tahun lagi.
Janji Allah pasti akan dipenuhi. Ini adalah
rahmat dari Tuhan engkau. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya atas engkau supaya
itu menjadi Tanda bagi orang beriman. Allah akan menolong engkau dalam setiap
segi. Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya sekali pun orang yang ingkar
menolaknya. Mereka berencana dan Allah pun berencana dan Allah adalah Perencana
terbaik. Dengarlah, rahmat Tuhan sudah dekat. Dengarlah, bantuan Tuhan dekat.
Bantuan-Nya akan datang kepada engkau dari setiap tempat jauh. Beberapa laki-laki
yang Kami beri wahyu dari langit akan
membantu engkau. Tidak ada yang bisa mengubah kalimat Allah. Dia Maha Tinggi,
Maha Besar.
Dia Yang
mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk perbaikan akhlak.
Mereka berkata: “Urusan ini akan segera gagal” padahal mereka tidak punya pengetahuan tentang apa
yang gaib (tersembunyi). Kami memberikan kepada engkau dunia dan khazanah
rahmat Tuhan engkau, dan engkau adalah di antara orang-orang yang ditolong
Allah. Aku akan menempatkan orang-orang yang mengikuti engkau di atas
orang-orang yang ingkar sampai Hari
Kiamat. Engkau mempunyai kedudukan terhormat dan terpercaya di sisi Kami.
Engkau mempunyai kedudukan di sisi-Ku yang tidak diketahui orang-orang.
Allah
tidak akan meninggalkan engkau sebelum membedakan yang murni dari yang palsu.
Jadi biarkanlah Aku Sendirian berhadapan dengan yang mendustakan engkau. Allah
berkuasa atas perintah-Nya tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui. Jika
datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kalimat Tuhan engkau menjadi
sempurna [akan dikatakan]: “Inilah yang kamu kehendaki supaya dipercepat.” Aku
ingin menjadikan seorang khalifah maka Aku
menjadikan Adam. Dia akan menegakkan syariat dan menghidupkan agama.
Seandainya iman terbang ke bintang Tsurayya ia akan membawanya turun. Kami telah
menurunkannya dekat dengan Qadian dan Kami menurunkannya dengan kebenaran dan
dengan kebenaran ia turun. Allah dan Rasul-Nya telah menguatkan kebenaran itu
dan perintah Allah pasti akan dilaksanakan. Langit dan bumi adalah suatu masa
yang padat lalu Kami memisahkan keduanya. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya
dengan petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua
agama.
Mereka berkata: “Ini hanya suatu tipuan.”
Katakanlah: “Kalau aku yang membuatnya maka aku akan menanggung dosanya. Aku
telah tinggal lama bersama kamu seumur hidup sebelum ini tidakkah kamu
mengerti?” Mereka berkata: “Yang [seperti] ini tidak pernah kita dengar dari
leluhur kita.” Katakanlah: “Petunjuk Tuhan adalah petunjuk yang benar, dan
orang yang mencari petunjuk lain selain itu tidak akan diterima darinya dan di akhirat ia akan menjadi orang
yang merugi”.
Engkau
pasti berada di jalan lurus. Engkau
mempunyai kedudukan baik di dunia dan di akhirat dan engkau adalah di antara
orang yang dekat dengan Allah. Mereka bertanya: “Sejak kapan engkau memperoleh
ini? Ini hanya perkataan seorang manusia dan orang lain membantunya dalam hal
itu, maka akan menyerahkah kamu pada sihir sedangkan kamu melihat? Jauh,
jauh sekali kebenaran dari [azab] yang
dijanjikan bagi kamu oleh orang rendah ini yang tidak [mampu] menjelaskan
maksudnya, karena ia orang pandir atau orang sakit.”
Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku
dan Allah akan mencintai kamu.” Kami akan mencukupi engkau terhadap orang yang
memperolokkan engkau. Biarlah Aku Sendiri yang
berurusan dengan orang yang mendustakan engkau. Segala puji bagi Allah
yang menunju engkau sebagai Al-Masih
Ibnu Maryam. Dia tidak diminta tanggungjawab atas apa yang Dia perbuat,
sedangkan mereka bertanggungjawab. Ada orang yang Kami mudahkan menerima
petunjuk dan ada orang yang bagi mereka Kami tetapkan azab.
Mereka
berencana dan Allah pun berencana dan Allah Perencana terbaik dan recana Allah
adalah yang paling besar. Mereka memperolok engkau dan berkata: “Inilah orang
yang dibangkitkan (diutus) Tuhan? Ia adalah yang akan memusnahkan agama.”
Tanda-Ku telah dijelaskan tetapi mereka menyangkalnya dengan tidak pantas dan
angkuh sedangkan hati mereka menyadari kebenarannya. Allah menghancurkan mereka, maka kemana
mereka akan berpaling?
Katakanlah
kepada mereka: “Hai orang yang ingkar, padaku ada bukti dari Allah bahwa aku
orang yang diutus dan aku yang pertama di antara orang beriman.” Buatlah
bahtera di bawah pengawasan Kami dan petunjuk Kami. Mereka yang baiat di tangan
engkau, mereka baiat di Tangan Allah dan tangan Allah di atas tangan mereka.
Mereka yang taubat dan memperbaiki diri kepada mereka Aku akan berpaling dan
Aku adalah yang senantiasa (sering) berpaling dengan rahmat.
Imam
adalah makhluk ciptaan terbaik. Penentang akan berkata: “Engkau bukan rasul.”
Kami akan menangkap pada moncongnya. Ingatlah ketika Tuhan engkau berfirman:
“Aku akan mengadakan khalifah di bumi.” Mereka berkata: “Apakah Engkau akan
mengadakan di dalamnya orang yang berbuat kerusuhan di dalamnya?” Dia berfirman: “Aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.”
Mereka
memangdang engkau tetapi tidak melihat engkau. Mereka menunggu engkau ditimpa
nasib buruk, mereka sendiri yang akan
ditimpa nasib buruk. Katakanlah: “Lakukanlah pada pihak kamu, aku juga akan
melakukan”, dan mereka akan segera mengetahui. Allah akan menjaga engkau walau
pun manusia tidak menjaga engkau. Sekali pun manusia tidak menjaga engkau,
Allah akan menjaga engkau.
Maha Suci Allah. Engkau adalah kehormatan-Nya
Dia tidak akan meninggalkan engkau. Engkau adalah Al-Masih yang waktunya tidak akan sia-sia. Mutiara seperti engkau
tidak akan terbuang sia-sia. Allah tidak akan
mengadakan perkara bagi orang ingkar terhadap orang beriman. Tidakkah
engkau melihat Kami telah memperkecil bumi dari batas-batasnya? Tidakkah engkau melihat Allah berkuasa atas
segala sesuatu? Maka tunggulah Tanda-tanda beberapa saat lagi.
Engkau adalah Al-Masih yang dimuliakan dan Aku beserta engkau dan beserta
pembantu engkau, dan engkau adalah nama-Ku Yang Tinggi. Engkau bagi-Ku seperti
Tauhid-Ku dan Ke-Esa-an-Ku, dan engkau di sisi-Ku adalah orang yang dicintai.
Maka bersabarlah sampai keputusan Kmai datang kepada engkau, dan peringatkanlah
karib-kerabat engkau, dan peringatkanlah kaum engkau, dan peringatkanlah
orang-orang yang tidak senonoh, mereka menolak Tanda Kami dan memperolokkannya.
Allah
akan cukup bagi engkau terhadap mereka dan akan mengembalikannya kepada engkau.
Tiada perubahan dalam perkataan Allah. janji Allah benar dan Allah berkuasa
melaksanakan apa yang Dia inginkan. Katakanlah: “Ya, demi Tuhan, itu adalah kebenaran dan janganlah engkau jadi orang yang ragu.”
Kami
telah menjodohkan ia dengan engkau. Cara Kami ialah ketika Kami menginginkan
sesuatu Kami katakan: “Jadi, maka jadilah ia. Kami memberi mereka tangguh sampai
waktu ditentukan yang dekat. Karunia
Allah yang besar kepada engkau, Pertolongan-Ku akan datang kepada engkau. Aku
Maha Penyayang. Ketika datang pertolongan Allah dan Aku hadapkan Diri-Ku pada keputusan, mereka
akan berkata: “ Ya Tuhan kami ampunilah kami, kami sudah keliru” dan mereka
akan terjerembab (menyungkur) atas wajah mereka. [kepada mereka akan
dikatakan]: “Hari ini kamu tidak akan dipersalahkan. Semoga Allah mengampuni
kamu. Dia Maha Pengampun dari semua pengampun.
Kabar
suka bagi engkau pada hari-hari itu. Wajah-wajah akan rusak. Pada hari itu
orang zalim (aniaya) akan meremas-remas kedua tangannya karena penyesalan dan akan
berkata: “Celaka, alangkah baiknya sekiranya kami mengikuti jalan Rasul.”
Mereka berkata: “Ini hanyalah perkataan seorang manusia biasa” Katakanlah:
“Sekiranya ini datang dari yang lain selain Allah mereka akan mendapati
pertentangan di dalamnya.” Berilah kabar suka kepada orang beriman bahwa mereka
memiliki tempat kebaikan di sisi Tuhan
mereka. Allah tidak akan menghinakan mereka.
Allah
tidak akan menghancurkan anggota keluarga engkau. Mereka yang beriman dan tidak
memalsukan iman mereka dengan kezaliman (ketidak-adilan) adalah mereka yang
akan mendapat tuntunan benar, bagi mereka pintu langit akan dibukakan. Kami
ingin menurunkan lebih banyak lagi rahasia langit bagi engkau, dan Kami akan
menghancur-leburkan musuh engkau dan akan menunjukkan kepada Fir’aun, Haman dan tentara mereka apa
yang ditakuti.
Katakanlah: “Wahai orang ingkar, aku adalah
orang benar, tunggulah tanda-Ku beberapa saat.” Kami akan menunjukkan kepada
mereka Tanda Kami di alam dan dalam diri
mereka sendiri. [Pada hari itu] bukti akan lengkap dan akan ada kemenangan
terbuka. Perintah Allah Yang Penyayang bagi khalifah Allah, Yang berkuasa:
“Kepadanya akan diberi kerajaan besar dan khazanah akan dibuka baginya dan bumi
akan diterangi dengan cahaya Tuhan-nya.”
Ini adalah karunia Allah dan tampak ajaib dalam pendangan engkau. Salam atas engkau.
Kami menurunkan engkau sebagai bukti dan Allah Maha Kuasa. Bagi engkau berkat
dan salam. Salam adalah perkataan dari Tuhan Yang maha Penyayang. Engkau mampu
dan akan datang hujan banyak bagi
engkau. Rahmat telah turun pada anggota tubuh engkau, mata dan dua lainnya.
Kami akan menganugerahkan kehidupan baik engkau.
Sesungguhnya
Kami telah memberikan kepada engkau kebaikan yang banyak, maka berdoalah kepada Tuhan engkau dan lakukanlah
pengorbanan. Aku adalah Allah, sembahlah Aku dan jangan cara pertolongan kepada
selain Aku, dan tidak ada kekuatan selain kekuatan-Ku. Jika Kami turun ke lingkungan kaum maka buruklah [saat] pagi hari dari orang yang telah diberi
peringatan. Aku akan datang beserta
tentara-Ku dengan tiba-tiba maka terjadilah kemangan dan kejayaan. Aku akan
gulung seperti gelombang laut.
Akan ada
cobaan maka bersabarlah. Kami akan mengirimkan kepada engkau bola api [sebagai
cobaan]. Orang beriman akan dicoba, kemudian keamanan akan dikembalikan kepada
engkau. Dan mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu lebih baik untuk kamu.
Allah mengetahui sedangkan kamu tidak tahu. Kincir akan diputar, dan keputusan
akan turun.
Karunia
Allah pasti akan datang dan tak seorang pun mampu menghalanginya. Katakanlah:
“Ya, demi Tuhan, ini adalah kebenaran, ia tidak akan diganti dan tidak akan
dibiarkan tersembunyi.” Akan timbul sesuatu yang akan menakjubkan engkau. Ini
adalah wahyu Tuhan dari langit yang tinggi. Tuhan-ku tidak akan keliru dan Dia
tidak akan lupa.
[Engkau
akan memperoleh] kemenangan nyata. Kami memberi mereka tangguh sampai suatu
jangka waktu tertentu. Engkau beserta Aku dan Aku beserta engkau. Katakanlah:
“Semuanya ada dalam kekuasaan Allah,” lalu biarkanlah ia dalam kekeliruan dan
kebanggaannya. Dia beserta engkau, Dia Mengetahui segala yang tersembunyi dan
di luar pengetahuan manusia. Tidak ada Tuhan selain Dia. Dia mengetahui dan
melihat segala sesuatu.
Allah beserta mereka yang bertakwa dan yang
melaksanakan kewajiban mereka sebesar-besarnya. Kami telah mengirimkan Ahmad kepada kaumnya tetapi mereka berpaling dan berkata; “Ia pendusta jahat.”
Mereka memberikan kesaksian untuk melawannya dan berusaha menggulungnya seperti
badai. Kekasih-ku dekat, Dia dekat tetapi tersembunyi.
Mereka mencoba membunuh engkau tetapi Allah
akan melindungi dan menjaga engkau. Aku
Pelindung engkau. Karunia Allah adalah Pelindung engkau. Engkau akan
menyaksikan keturunan jauh, keturunan
Qamar (bulan). Kami akan cukup bagi engkau terhadap mereka yang memperolokkan
engkau. Tuhan engkau berjaga-jaga.
Dia akan
menjadikan anak-anak menjadi orang tua (beruban). Penyakit akan tersebar dan
kehidupan akan hilang. Aku akan turun segera dan hari-Ku akan menjadi Hari Peradilan
besar. Jangan terkejut atas urusan-Ku. Kami bermaksud memuliakan dan melindungi
engkau. Bulan dari nabi-nabi akan datang dan urusan engkau akan tercapai.
Engkau
bukan orang yang akan membiarkan sebelum setan dikalahkan. Mereka ingin meniup
padam cahaya Allah dan Allah berkuasa atas ketetapan-Nya, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahuinya. Bagi engkau kenaikan dan bagi musuh engkau
kejatuhan. Kemana saja engkau menghadap di sana ada Wajah Allah. Katakanlah:
“Kebenaran sudah datang dan kepalsuan sudah lenyap.”
Allah adalah Dia yang menjadikan engkau
sebagai Al-Masih anak maryam, supaya engkau memberi peringatan kepada suatu
kaum yang leluhur mereka tidak diberi peringatan, dan supaya engkau memberi
seruan kepada kaum lain. Mungkin Allah
akan memberi persahabatan di antara engkau dengan mereka yang memusuhi engkau.
Kami mengenal hal itu dan Kami mengetahui.
Segala
puji bagi Allah yang memberi engkau keturunan baik dan mengadakan bagi engkau
hubungan baik melalui pernikahan. Ingatlah nikmat-Ku karena engkau telah
melihat Khadijah-Ku. Ini adalah
rahmat dari Tuhan engkau. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya atas engkau agar
menjadi Tanda bagi orang beriman. Engkau beserta Aku dan Aku beserta engkau hai
Ibrahim.
Engkau adalah Tanda yang cemerlang dan menentukan.
Allah akan menunjukkan jalan-Nya dengan perantaraan engkau. Engkau dijadikan
atas kebesaran Allah. Engkau adalah perwujudan dari Yang Maha Hidup. Engkau di
sisi-Ku adalah permulaan urusan. Engkau dari air Kami dan mereka dari kepengecutan. Jika kedua
golongan berhadapan Aku akan berdiri di
pihak Rasul-Ku dan malaikat akan menolongnya. Aku Maha Penyayang. Tuhan
Kemuliaan, Maha Tinggi. Ia tidak berkata-kata atas keinginannya sendiri, itu semua
adalah wahyu yang disampaikan kepadanya. Aku ingin mengadakan khalifah maka Aku menjadikan Adam. Kepunyaan Allah segala kekuatan
sebelumnya dan sesudahnya. Hai hamba-Ku, jangan takut. Tidakkah engkau melihat
Kami telah memperkecil bumi pada batas-batasnya? Tidak tahukah engkau
Allah berkuasa atas segala sesuatu?”[16]
Para Pendakwa
Palsu Pasti Dibinasakan Allah
Swt.
Demikianlah wahyu-wahyu Ilahi yang diterima Masih
Mau’ud a.s. --dalam
kapasitasnya sebagai Rasul Akhir Zaman (QS.61:10)
-- yang mengenai wahyu-wahyu-Nya Allah Swt. seperti itu Dia tidak
pernah membiarkan para pendusta
yang mengada-ada atas nama-Nya tanpa hukuman yang mengerikan, sebagaimana firman-Nya mengenai Nabi Besar Muhammad saw.:
فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِمَا تُبۡصِرُوۡنَ ﴿ۙ﴾ وَ
مَا لَا تُبۡصِرُوۡنَ ﴿ۙ﴾ اِنَّہٗ لَقَوۡلُ رَسُوۡلٍ
کَرِیۡمٍ ﴿ۚۙ﴾ وَّ مَا ہُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ ؕ
قَلِیۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَ﴿ۙ﴾ وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَذَکَّرُوۡنَ ﴿ؕ﴾ تَنۡزِیۡلٌ
مِّنۡ رَّبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾
وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ
الۡاَقَاوِیۡلِ ﴿ۙ﴾ لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ بِالۡیَمِیۡنِ ﴿ۙ﴾ ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ الۡوَتِیۡنَ ﴿۫ۖ﴾ فَمَا
مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ
﴿﴾
Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat,
dan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya
Al-Quran itu benar-benar firman
yang disampaikan seorang Rasul
mulia, dan bukanlah Al-Quran itu
perkataan seorang penyair, sedikit sekali apa yang kamu percayai. Dan bukanlah
ini perkataan ahlinujum, sedikit sekali kamu mengambil nasihat. Al-Quran
adalah wahyu yang diturunkan dari Rabb
(Tuhan) seluruh alam. وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ الۡاَقَاوِیۡلِ -- Dan seandainya
ia mengada-adakan sebagaian perkataan
atas nama Kami, لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ
بِالۡیَمِیۡنِ -- niscaya
Kami akan menangkap dia dengan tangan
kanan, ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ الۡوَتِیۡنَ -- kemudian niscaya Kami memotong urat nadinya, فَمَا مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ
عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ -- dan tidak
ada seorang pun di antara kamu dapat mencegah itu darinya (Al-Hāqqah [69]:39-48). Lihat pula QS.6:22 & 94; QS.7:38; QS.10:18; QS.11:19; QS.40:29;
Makna ayat 39-40 bahwa hal-hal
yang nampak kepada kita bekerja di alam
dunia jasmani ini -- yakni kenyataan-kenyataan hidup yang dapat dilihat -- dan hal-hal yang tersembunyi dari pandangan mata, yaitu akal dan kata-hati manusia, telah disinggung dalam ayat-ayat 39 dan 40 sebagai
kesaksian-kesaksian guna membuktikan bahwa Al-Quran berasal dari Allah
Swt..
Atau ayat-ayat itu dapat berarti bahwa Tanda-tanda agung yang disaksikan oleh orang-orang kafir di zaman Nabi Besar Muhammad saw. dengan mata kepala mereka sendiri dan nubuatan-nubuatan
mengenai hari depan Islam yang gilang
gemilang dan masih menunggu penyem-purnaannya, keduanya merupakan dalil yang tidak dapat ditolak bahwa Al-Quran itu firman Allah
Sendiri yang telah diturunkan oleh-Nya kepada Nabi Agung, Muhammad Musthafa
saw..
Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Al-Quran
membahas kenyataan-kenyataan hidup lagi
pasti dan bukan impian-impian gila seorang penyair,
bukan pula rekayasa dan terka-terkaan seorang juru nujum di dalam kegelapan: وَّ مَا ہُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ ؕ
قَلِیۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَ -- “dan bukanlah Al-Quran
itu perkataan seorang penyair,
sedikit sekali apa yang kamu percayai.
وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا
مَّا تَذَکَّرُوۡنَ -- Dan bukanlah ini perkataan ahlinujum, sedikit sekali kamu mengambil nasihat."
Dalam ayat 48 dan dalam tiga ayat sebelumnya
keterangan-keterangan telah diberikan bahwa bila Nabi Besar Muhammad saw. itu pendusta,
maka tangan perkasa Allah Swt. pasti menangkap dan memutuskan urat pada leher beliau saw. dan pasti beliau saw. telah
menemui ajal (kematian) pedih, serta seluruh pekerjaan
dan misi beliau saw. pasti telah hancur berantakan, sebab memang
demikianlah nasib seorang nabi palsu, firman-Nya:
وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ الۡاَقَاوِیۡلِ -- Dan seandainya
ia mengada-adakan sebagaian perkataan
atas nama Kami, لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ
بِالۡیَمِیۡنِ -- niscaya
Kami akan menangkap dia dengan tangan
kanan, ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ الۡوَتِیۡنَ -- kemudian niscaya Kami memotong urat nadinya, فَمَا مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ
عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ -- dan tidak
ada seorang pun di antara kamu dapat mencegah itu darinya.”
Dakwa dan keterangan yang
tercantum dalam ayat-ayat ini, agaknya merupakan reproduksi yang tepat dari peryataan Bible dalam Ulangan 18:20.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 9 Mei 2017
[15] Kini telah
zahir satu tanda bagi penduduk Mekkah yang tak dapat dipungkiri lagi,
demikian pula bagi penduduk Madinah. Yaitu
1300 yang lalu untuk bepergian dari Makkah ke Madinah banyak
digunakan unta-unta sebagai kendaraan. Setiap tahun ratusan ribu
unta-unta dari Mekkah ke Madinah dan sebaliknya datang dan pergi. Dan mengenai
unta-unta tersebut secara tak disengaja terdapat kabar gaib di dalam Quran
Syarif dan hadits, bahwa di suatu waktu unta-unta ini bakal ditinggalkan
orang (tak digunakan lagi sebagai kendaraan) dan tak seekorpun akan
mengendarainya. Dan demikianlah berikut ini Allah berfirman: وَ اِذَا الۡعِشَارُ عُطِّلَت -- (dan apabila
unta-unta yang bunting ditinggalkan - QS.81:5),
dan bunyi haditsnya: yatrakul- qalama falā yas’a ‘alayha (unta akan ditinggalkan maka tidak akan
berlari atasnya). Keduanya adalah saksi. Betapa besarnya kabar suka ini yang merupakan tanda bagi Masih pada masanya dan tanda
bagi kedatangan Masih Mau’ud, hal ini telah sempurna dengan munculnya
kereta api, mobil dll.
[16] Ingatlah bahwa
doa ini tidak termasuk dalam mubahalah, sebab arti mubahalah menurut kamus bahasa Arab dan menurut syariat adalah kedua belah pihak yang
bertentangan masing-masing berdoa kepada Tuhan. Tetapi dalam hal ini hanya
terbatas pengaruhnya kepada diriku semata, tidak kepada siapa-siapa. (Pen).
[17] Allah Ta’ala telah memperlihatkan
hampir 100 tanda-tanda-Nya di dalam menolongku. Sebagai buktinya telah lahir 4
anak sesuai dengan kabar gaib, secara jelasnya tertulis di dalam kitab Taryaqul
Qulub. Demikian pula kabar gaib atas yang mulia saudaraku Tuan Maulvi
Hakim Nuruddin, bahwa akan lahir di rumahnya seorang anak laki-laki yang
pada tubuhnya terdapat kelainan. Dan
juga mengenai Atham ada kabar gaib bersyarat. Kabar gaib tentang Lekh Ram berkenaan dengan kematiannya, bahwa dia akan mati terbunuh
adalah akibat dari menghina diriku. Kabar gaib akan merajalelanya wabah tha’un
di negeri ini. Pendeknya itu adalah beberapa kabar gaib yang telah sempurna,
dan beribu-ribu manusia menyaksikannya. Dan semua kabar gaib tercantum dalam
buku Taryaqul Qulub. (Pen).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar