Selasa, 09 Mei 2017

Kedua Pihak yang "Bertentangan" Cukup Mengucapkan "Aamiin" Untuk "Keputusan" Allah Swt yang Disepakati Dalam Naskah "Doa Bersama" yang Dipanjatkan & Kebenaran "Wahyu-wahyu Ilahi" yang Diterima Masih Mau'ud a.s.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“ARBA’IN”

ARBA’IN LI-ITMÂMIL HUJJAH ‘ALAL MUKHALLIFÎN
(Empat Puluh Risalah, Menyempurnakan Argumen Bagi Para Penentang)

  Karya

  Mirza Ghulam Ahmad a.s.
(Al-Masih Al-Mau’ud a.s.   -- Al-Masih yang Dijanjikan a.s.)


Bagian 20

ARBA’ÎN KE II

KEDUA PIHAK YANG BERTENTANGAN CUKUP MENGUCAPKAN ÂMÎN   UNTUK KEPUTUSAN ALLAH SWT.  YANG DISEPAKATI DALAM NASKAH DOA BERSAMA  YANG DIPANJATKAN  &  KEBENARAN WAHYU-WAHYU ILAHI YANG DITERIMA MASIH MAU’UD A.S.

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir  Bab sebelumnya   telah dikemukakan wahyu-wahyu Ilahi yang diterima Masih Mau’ud a.s.   dalam topik  Berbagai Tanda Dukungan dari Langit dan Bumi  & Perlu Membuat Pernyataan tertulis Bersedia Menerima Kebenaran. Masih Mau’ud a.s. bersabda:
     “Kini, katakanlah! Keragu-raguan apa lagi yang masih tertinggal mengenai kewafatan Nabi Isa a.s. setelah mengetahui penjelasan-penjelasan ayat tersebut? Masalah pendakwaanku, itupun bukan tanpa bukti. Di dalam  kitab Bukhari dan Muslim jelas tertulis bahwa Masih Mau’ud akan lahir dari antara umat ini (umat Islam) juga. Dan Tuhan telah menjadikan gerhana bulan dan matahari pada bulan Ramadhan untukku. Demikian pula di bumi ini banyak tanda-tanda yang terjadi, dan sesuai dengan Sunnatullah semua dalil-dalil itu telah sempurna.
     Aku bersumpah demi Dzat yang  nyawaku berada di Tangan-Nya, jika anda sekalian ingin menyaksikan tanda-tanda Tuhan yang lainnya setelah membersihkan hati  anda sekalian, maka itulah Dia Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tanpa bimbingan-Nya  anda sekalian bisa menjadi pengikut yang  salah.
        Dia  itu Maha berkuasa  untuk memperlihatkan tanda-tanda-Nya  dengan kehendak[1] dan kewenangan-Nya sendiri tanpa harus mengikuti suatu usulan (saran) dari anda sekalian.  Dan aku yakin,  jika  anda sekalian dengan hati yang bersih meminta kepadaku dan berjanji kepada Tuhan    bahwa “Seandainya ada kemampuan yang melebihi kemampuan manusia dapat zahir, kami berjanji akan melepaskan semua kedengkian, dan dengan keridhaan Tuhan  semata kami akan masuk ke dalam silsilah Jemaat ini”, pastilah Tuhan akan memperlihatkan tanda.
         Tetapi tiada kekuatan padaku menentukan waktu 2 atau 3 hari untuk dapat  memperlihatkan suatu tanda, atau seenaknya aku mengikuti kehendak anda sekalian, sebab ini semua ada pada kekuasaan  Tuhan. Jika Dia menghendaki tanggalnya maka Dia akan menentukannya.

Perlu Membuat Pernyataan Tertulis & Ajakan  Melakukan “Doa Bersama” Memohon Tanda Ilahi   

       Jika ada yang mencari kebenaran dengan niat bersih maka hal ini tidak akan mendapatkan kesulitan, sebab jika Tuhan hendak memperlihatkan suatu tanda baru pada zaman ini, tidak mungkin Dia menentukan barang 50 atau 60 tahun, bahkan dalam waktu yang tidak lama, seperti orang pada waktu sidang pengadilan atau dalam urusan bisnis menentukan waktu baginya.
      Penyelesaian perkara semacam ini bisa dengan cara pernyataan tertulis, jika segala macam kotoran dibersihkan dari hati anda sekalian, dan betul-betul menghendaki keputusan dari Tuhan. Dan di dalam cara-cara semacam ini perlu sekurang-kurangnya ada  40 orang  maulvi  kenamaan, seperti Maulvi Muhammad Hussain Batalwi, Maulwi Muhammad Nazir Hussain Akhlewi, Maulwi Abdul Jabbar Gaznawi, Maulwi Rasyid Ahmad Ganggohi serta Maulwi  Meher Ali Syah Golrawi, mereka membuat  suatu pernyataan tertulis lalu muat di dalam suatu suratkabar Islam yang terkenal bahwa, “Kami akan meninggalkan perlawanan dan akan masuk baiat dengan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Gagah, apabila suatu tanda yang luar biasa dapat zahir sebenar-benarnya”.
        Apabila cara ini anda sekalian tidak setuju dan timbul pikiran bahwa, “Menyiarkan baiat semacam itu adalah suatu kehancuran martabat kami”, atau merendahkan diri semacam itu adalah suatu hal yang tak mungkin dalam setiap perkara, maka ada satu cara yang lain lagi dan mudah,  selain itu tidak ada cara lagi.  Yakni lebih mudah yang di dalamnya tidak terdapat unsur menjatuhkan gengsi anda sekalian, dan tak sedikitpun ada kekhawatiran akan  suatu bahaya bagi kehormatan, atau harta benda atau nyawa sebagai akibat suatu mubahalah (bertanding doa). Dan cara itu adalah bertakwa kepada Tuhan. Kasihanilah umat Muhammad, adakanlah suatu pertemuan di kota Batala atau Amritsar atau Lahore. Undanglah sedapat mungkin  ulama-ulama terhormat serta pemimpin dunia dan aku pun bersama dengan   Jemaatku akan hadir, kemudian berdoalah kepada Tuhan sebagai berikut:
“Ya Allah,  jika orang ini memang penipu dan bukan datang dari Engkau dan bukan Al-Masih Mau’ud serta bukan Al-Mahdi maka jauhkanlah fitnah ini dari orang-orang Muslim dan selamatkanlah Islam serta pemeluknya dari kejahatannya, seperti Engkau melemparkan Musailamah Al-Kadzdzab dan menyelamatkan orang-orang Islam dari kejahatannya. Tetapi jika memang  benar dia dari Engkau dan pikiran serta akal kami yang salah maka, wahai Tuhan Yang Maha Kuasa, berilah pengertian kepada kami agar kami tidak binasa, dan zahirkanlah suatu tanda yang hati kami dapat menerimanya bahwa ini benar dari Engkau.”
       Jika doa ini telah diucapkan [kalian]  maka aku bersama Jemaatku akan mengucapkan Amin  dengan suara keras, dan saat itu aku akan berdoa.  Pada saat ini semua ilham yang berada di tanganku yang kini telah kutulis sebagaimana berikut ini.  Pendek kata, inilah risalah yang di dalamnya terdapat ilham-ilham ini yang akan sampai di tangan anda sekalian. Risalah ini berisi doa:
“Wahai Tuhan, jika ilham-ilham yang termaktub di dalam risalah ini yang ada padaku – yang oleh karenanya aku mendakwakan diriku sebagai Masih Mau’ud dan Mahdi Ma’hud dan aku menyatakan bahwa Hadhrat Isa a.s. telah wafat – seandainya ini bukan  Kalam Engkau dan aku ini adalah pendusta di sisi Engkau, penipu, dan dajjal, penabur fitnah di dalam umat Muhammad saw., maka timpakanlah murka  Engkau padaku, dan  dengan kerendahan hati aku berdoa di hadapan Engkau: Hapuskanlah namaku dari antara orang  yang hidup di dalam waktu setahun mulai hari ini, hancur-leburkanlah semua urusanku, hapuslah jejakku dari dunia.
Tetapi jika aku datang dari Engkau dan ilham-ilham yang ada padaku saat ini adalah dari Engkau dan diriku ini adalah maksud karunia Engkau, maka hai Tuhan Yang Maha Kuasa dan Bijaksana, berikanlah kemajuan yang luar biasa kepada Jemaat Engkau dalam tahun ini dan juga di masa selanjutnya. Berikanlah berkat-berkat dan anugerahilah berkat-berkat di dalam kehidupanku dan turunkanlah pertolongan langit kepada Jemaatku.”

Pihak Penentang Cukup Mengucapkan “Âmīn

       Apabila  doa ini selesai dipanjatkan maka semua lawan yang hadir mengucapkan Amin[15]. Dan boleh juga anda sekalian tampil untuk doa ini dengan hati yang bersih, tanpa ada rasa benci dan amarah, serta janganlah mempunyai pikiran kalah-menang, dan jangan pula menyatakan  bahwa doa ini adalah mubahalah, sebab semua untung-ruginya terbatas pada diriku, sedikit pun pengaruhnya tidak kepada penentang.
     Wahai para pemimpin, sudah nyatalah bahwa perbedaan  telah sangat jauh, dan akibat dari perpecahan dan pendustaan anda sekalian, Islam sedang mengalami kelemahan, ketika ribuan cobaan datang kepada Jemaat ini dan telah mencapai puncaknya, setiap pengikutku dikafirkan maka nampaklah perbedaan yang jelas. Di saat seperti itulah datang tuntutan Islam atas kecintaan bagaikan seorang yang pergi ke hutan berpasrah diri mendirikan shalat istisqa (shalat minta hujan).
       Demikian pula hendaknya menjadikan hal ini suatu kepasrahan kepada Tuhan, dan berdoa sekhusyuk-khusyuknya, dengan merendahkan diri dan menangis di hadapan Tuhan. Tuhan akan mengabulkan doa-doa orang yang mukhlis. Oleh karena itu jika hal ini bukan dari Tuhan  melainkan buatan manusia serta tipu muslihatnya maka doa umat yang berhadapan dengan akan cepat terkabul. Tetapi jika ini adalah Jemaat Ilahi  dan berkembang oleh  tangan Tuhan maka doaku akan dikabulkan. Karena itu wahai para pembesar, terimalah hal ini  demi Tuhan.
      Tidak perlu banyak-banyak membuat perkumpulan. Kumpulkanlah sebanyak 40 orang ulama, jangan kurang dari itu. Jumlah 40 adalah angka keberkatan untuk pengabulan doa. Dan doa di antara orang-orang dunia pun yang mau ikut dipersilakan.   Dan berdoalah dengan khusyuk hingga bercucuran air mata. Walaupun setiap orang bagaikan musafir  mendapat kesusahan dan mengeluarkan ongkos pembelanjaan, namun besar harapan Tuhan akan mengabulkannya.
     Wahai para suciwanpembimbing kaum, dan para ulama! Sekali lagi demi Tuhan kukatakan kepada anda sekalian, kabulkanlah ajakanku ini. Perlu diingat, bahwa dikarenakan bepergian di musim panas sering banyak halangan dan biasanya penyakit pun merajalela, oleh karena itu untuk pertemuan ini pada tanggal 15 Oktober 1900 di musim yang baik adalah tepat.
     Bolehlah dari pihak lawan kami, Tuan Mullah Mehr Ali Syah Golrawi atau Maulwi Muhammad Hussain Batalwi atau Maulwi Abdul Jabbar Gaznawi menjadi pemimpin atau sekretarisnya.  Dan berikanlah persetujuan bermusyawarah, akan tetapi demi Tuhan, hindarilah dari penambahan syarat lain.
     Demi Tuhan semata, kuajukan usul ini, dan Tuhan-ku mengetahui segala sesuatu. Hanya untuk memperlihatkan kebenaran  yang hakiki aku mengajukan usul  ini, di dalamnya tidak ada bagian mubahalah. Dan juga atas nyawaku dan kehormatanku, demi Tuhan maka terimalah usul ini.

Mencari-cari “Kesalahan Tafsir” Para Rasul Allah

      Lihatlah, betapa para ulama berada dalam kesulitan menghadapiku. Kadangkala mereka mencari-cari kesalahan yang dibuat-buat atas diriku, yang di dalamnya para nabi pun ikut dibawa-bawa. Nabi-nabi yang lainpun mengerjakan pekerjaan kasar, menjadi kuli, memakai benda-benda  buatan orang kafir, mengendarai bagal  beliau-beliau dikatakan dajjal.
       Kabar suka tentang  beliau-beliau menjelma kepada sebagian orang berupa ujian-ujian yang tidak sesuai dengan pikiran mereka. Seperti kaum Yahudi yang hingga kini tidak percaya akan kabar suka kedatangan Al-Masih yang akan datang dalam wujud seorang raja, dan kabar suka kedatangan Nabi Elia kedua kalinya sebelum kedatangan Al-Masih.
       Demikian pula kepada Hadhrat Ibrahim a.s., musuh-musuh pun mendustakannya, dan kepada Hadhrat Musa a.s., dengan tipu muslihat  perhiasan orang-orang Mesir diambil, dan berdusta serta mengkhianati, membunuh anak laki-laki, semua itu hingga kini orang Arya  dan lain-lain menyangkalnya.
      Demikian pula ketika berita tentang Hudaibiyah yang menurut orang-orang bodoh tidak sempurna, maka pada sebagian tertulis keterangan bahwa mereka menjadi murtad. Demikian pula kadang-kadang Nabi [saw.] sendiri pun mengenai kabar suka sekali-kali bisa keliru  mengartikannya, contohnya hadits  “dzahaba wahalā.”  Dan janji Nabi Yunus a.s.  azab yang ketentuan waktunya 40 hari tak terbantahkan (janji yang pasti) ternyata terhindar. Kabar tentang hukuman bagi orang-orang mukmin bertakwa merupakan hidayah (petunjuk) yang terang, sebagaimana terdapat di dalam mufasal Durri Mansur dan kitab Yohanes, lalu  kenapa pula menolakku kendati telah ada peringatan-peringatan tersebut?  Apakah ini cara  yang takwa? Coba pikirkan sendiri.

Wahyu-wahyu Ilahi Kepada Masih Mau’ud a.s.

     Sekarang akan aku  tuliskan ilham-ilham selanjutnya, sebab di saat mendoa jika risalah ini ada di tangan maka keberadaan ilham-ilham itu pun perlu, dan doa itu adalah [Arab]:
Terjemahannya:
       “Maha Suci Allah Yang Maha Beberkat dan Maha Tinggi, Yang  memperbesar kedudukan engkau. Dia akan memutus tali keturunan dari leluhur engkau dan akan dimulai dengan engkau. “Salam” (damai) adalah perkataan dari Tuhan Maha Penyayang. Akan dikatakan: “Hancurlah orang yang berbuat zalim (aniaya).” Engkau akan menyaksikan keturunan yang jauh. Kami akan mengaruniakan kepada engkau kehidupan yang baik. Delapan puluh tahun, atau  sekitar itu, atau akan Kami tambahkan beberapa tahun lagi.
        Janji Allah pasti akan dipenuhi. Ini adalah rahmat dari Tuhan engkau. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya atas engkau supaya itu menjadi Tanda bagi orang beriman. Allah akan menolong engkau dalam setiap segi. Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya sekali pun orang yang ingkar menolaknya. Mereka berencana dan Allah pun berencana dan Allah adalah Perencana terbaik. Dengarlah, rahmat Tuhan sudah dekat. Dengarlah, bantuan Tuhan dekat. Bantuan-Nya akan datang kepada engkau dari setiap tempat jauh. Beberapa laki-laki yang Kami beri wahyu  dari langit akan membantu engkau. Tidak ada yang bisa mengubah kalimat Allah. Dia Maha Tinggi, Maha Besar.
        Dia Yang mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk perbaikan akhlak. Mereka berkata: “Urusan ini akan segera gagal” padahal  mereka tidak punya pengetahuan tentang apa yang gaib (tersembunyi). Kami memberikan kepada engkau dunia dan khazanah rahmat Tuhan engkau, dan engkau adalah di antara orang-orang yang ditolong Allah. Aku akan menempatkan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang yang  ingkar sampai Hari Kiamat. Engkau mempunyai kedudukan terhormat dan terpercaya di sisi Kami. Engkau mempunyai kedudukan di sisi-Ku yang tidak diketahui orang-orang.
         Allah tidak akan meninggalkan engkau sebelum membedakan yang murni dari yang palsu. Jadi biarkanlah Aku Sendirian berhadapan dengan yang mendustakan engkau. Allah berkuasa atas perintah-Nya tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui. Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kalimat Tuhan engkau menjadi sempurna [akan dikatakan]: “Inilah yang kamu kehendaki supaya dipercepat.” Aku ingin menjadikan seorang khalifah maka Aku  menjadikan Adam. Dia akan menegakkan syariat dan menghidupkan agama.
        Seandainya iman terbang ke bintang Tsurayya  ia akan membawanya turun. Kami telah menurunkannya dekat dengan Qadian dan Kami menurunkannya dengan kebenaran dan dengan kebenaran ia turun. Allah dan Rasul-Nya telah menguatkan kebenaran itu dan perintah Allah pasti akan dilaksanakan. Langit dan bumi adalah suatu masa yang padat lalu Kami memisahkan keduanya. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama.
        Mereka berkata: “Ini hanya suatu tipuan.” Katakanlah: “Kalau aku yang membuatnya maka aku akan menanggung dosanya. Aku telah tinggal lama bersama kamu seumur hidup sebelum ini tidakkah kamu mengerti?” Mereka berkata: “Yang [seperti] ini tidak pernah kita dengar dari leluhur kita.” Katakanlah: “Petunjuk Tuhan adalah petunjuk yang benar, dan orang yang mencari petunjuk lain selain itu tidak akan diterima  darinya dan di akhirat ia akan menjadi orang yang merugi”.
       Engkau pasti berada  di jalan lurus. Engkau mempunyai kedudukan baik di dunia dan di akhirat dan engkau adalah di antara orang yang dekat dengan Allah. Mereka bertanya: “Sejak kapan engkau memperoleh ini? Ini hanya perkataan seorang manusia dan orang lain membantunya dalam hal itu, maka akan menyerahkah kamu pada sihir sedangkan kamu melihat? Jauh, jauh  sekali kebenaran dari [azab] yang dijanjikan bagi kamu oleh orang rendah ini yang tidak [mampu] menjelaskan maksudnya, karena ia orang pandir atau orang sakit.”
      Katakanlah:  “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku dan Allah akan mencintai kamu.” Kami akan mencukupi engkau terhadap orang yang memperolokkan engkau. Biarlah Aku Sendiri yang  berurusan dengan orang yang mendustakan engkau. Segala puji bagi Allah yang menunju engkau sebagai Al-Masih Ibnu Maryam. Dia tidak diminta tanggungjawab atas apa yang Dia perbuat, sedangkan mereka bertanggungjawab. Ada orang yang Kami mudahkan menerima petunjuk dan ada orang yang bagi mereka Kami tetapkan azab.
       Mereka berencana dan Allah pun berencana dan Allah Perencana terbaik dan recana Allah adalah yang paling besar. Mereka memperolok engkau dan berkata: “Inilah orang yang dibangkitkan (diutus) Tuhan? Ia adalah yang akan memusnahkan agama.” Tanda-Ku telah dijelaskan tetapi mereka menyangkalnya dengan tidak pantas dan angkuh sedangkan hati mereka menyadari kebenarannya. Allah menghancurkan mereka, maka kemana mereka akan berpaling?
       Katakanlah kepada mereka: “Hai orang yang ingkar, padaku ada bukti dari Allah bahwa aku orang yang diutus dan aku yang pertama di antara orang beriman.” Buatlah bahtera di bawah pengawasan Kami dan petunjuk Kami. Mereka yang baiat di tangan engkau, mereka baiat di Tangan Allah dan tangan Allah di atas tangan mereka. Mereka yang taubat dan memperbaiki diri kepada mereka Aku akan berpaling dan Aku adalah yang senantiasa (sering) berpaling dengan rahmat.
      Imam adalah makhluk ciptaan terbaik. Penentang akan berkata: “Engkau bukan rasul.” Kami akan menangkap pada moncongnya. Ingatlah ketika Tuhan engkau berfirman: “Aku akan mengadakan khalifah di bumi.” Mereka berkata: “Apakah Engkau akan mengadakan   di dalamnya orang yang berbuat kerusuhan  di dalamnya?” Dia berfirman: “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
        Mereka memangdang engkau tetapi tidak melihat engkau. Mereka menunggu engkau ditimpa nasib  buruk, mereka sendiri yang akan ditimpa nasib buruk. Katakanlah: “Lakukanlah pada pihak kamu, aku juga akan melakukan”, dan mereka akan segera mengetahui. Allah akan menjaga engkau walau pun manusia tidak menjaga engkau. Sekali pun manusia tidak menjaga engkau, Allah akan menjaga engkau.
     Maha Suci Allah. Engkau adalah kehormatan-Nya Dia tidak akan meninggalkan engkau. Engkau adalah Al-Masih yang waktunya tidak akan sia-sia. Mutiara seperti engkau tidak akan terbuang sia-sia. Allah tidak akan  mengadakan perkara bagi orang ingkar terhadap orang beriman. Tidakkah engkau melihat Kami telah memperkecil bumi dari batas-batasnya?   Tidakkah engkau melihat Allah berkuasa atas segala sesuatu? Maka tunggulah Tanda-tanda beberapa saat lagi.
      Engkau adalah Al-Masih yang dimuliakan dan Aku beserta engkau dan beserta pembantu engkau, dan engkau adalah nama-Ku Yang Tinggi. Engkau bagi-Ku seperti Tauhid-Ku dan Ke-Esa-an-Ku, dan engkau di sisi-Ku adalah orang yang dicintai. Maka bersabarlah sampai keputusan Kmai datang kepada engkau, dan peringatkanlah karib-kerabat engkau, dan peringatkanlah kaum engkau, dan peringatkanlah orang-orang yang tidak senonoh, mereka menolak Tanda  Kami dan memperolokkannya.
       Allah akan cukup bagi engkau terhadap mereka dan akan mengembalikannya kepada engkau. Tiada perubahan dalam perkataan Allah. janji Allah benar dan Allah berkuasa melaksanakan apa yang Dia inginkan. Katakanlah: “Ya, demi Tuhan,  itu adalah kebenaran  dan janganlah engkau jadi orang yang ragu.”
     Kami telah menjodohkan ia dengan engkau. Cara Kami ialah ketika Kami menginginkan sesuatu Kami katakan: “Jadi, maka jadilah ia. Kami memberi mereka tangguh sampai waktu  ditentukan yang dekat. Karunia Allah yang besar kepada engkau, Pertolongan-Ku akan datang kepada engkau. Aku Maha Penyayang. Ketika datang pertolongan Allah  dan Aku hadapkan Diri-Ku pada keputusan, mereka akan berkata: “ Ya Tuhan kami ampunilah kami, kami sudah keliru” dan mereka akan terjerembab (menyungkur) atas wajah mereka. [kepada mereka akan dikatakan]: “Hari ini kamu tidak akan dipersalahkan. Semoga Allah mengampuni kamu. Dia Maha Pengampun dari semua pengampun.
       Kabar suka bagi engkau pada hari-hari itu. Wajah-wajah akan rusak. Pada hari itu orang zalim (aniaya) akan  meremas-remas  kedua tangannya karena penyesalan dan akan berkata: “Celaka, alangkah baiknya sekiranya kami mengikuti jalan Rasul.” Mereka berkata: “Ini hanyalah perkataan seorang manusia biasa” Katakanlah: “Sekiranya ini datang dari yang lain selain Allah mereka akan mendapati pertentangan di dalamnya.” Berilah kabar suka kepada orang beriman bahwa mereka memiliki tempat kebaikan di sisi  Tuhan mereka. Allah tidak akan menghinakan mereka.
      Allah tidak akan menghancurkan anggota keluarga engkau. Mereka yang beriman dan tidak memalsukan iman mereka dengan kezaliman (ketidak-adilan) adalah mereka yang akan mendapat tuntunan benar, bagi mereka pintu langit akan dibukakan. Kami ingin menurunkan lebih banyak lagi rahasia langit bagi engkau, dan Kami akan menghancur-leburkan musuh engkau dan akan menunjukkan  kepada Fir’aun, Haman dan tentara mereka apa yang ditakuti.
       Katakanlah: “Wahai orang ingkar, aku adalah orang benar, tunggulah tanda-Ku beberapa saat.” Kami akan menunjukkan kepada mereka Tanda Kami di alam dan  dalam diri mereka sendiri. [Pada hari itu] bukti akan lengkap dan akan ada kemenangan terbuka. Perintah Allah Yang Penyayang bagi khalifah Allah, Yang berkuasa: “Kepadanya akan diberi kerajaan besar dan khazanah akan dibuka baginya dan bumi akan diterangi dengan cahaya Tuhan-nya.”
        Ini adalah karunia Allah dan tampak ajaib  dalam pendangan engkau. Salam atas engkau. Kami menurunkan engkau sebagai bukti dan Allah Maha Kuasa. Bagi engkau berkat dan salam. Salam adalah perkataan dari Tuhan Yang maha Penyayang. Engkau mampu dan akan datang hujan  banyak bagi engkau. Rahmat telah turun pada anggota tubuh engkau, mata dan dua lainnya. Kami akan menganugerahkan kehidupan baik engkau.
        Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada engkau kebaikan yang banyak, maka berdoalah  kepada Tuhan engkau dan lakukanlah pengorbanan. Aku adalah Allah, sembahlah Aku dan jangan cara pertolongan kepada selain Aku, dan tidak ada kekuatan selain kekuatan-Ku. Jika  Kami turun ke lingkungan kaum maka buruklah  [saat] pagi hari dari orang yang telah diberi peringatan.   Aku akan datang beserta tentara-Ku dengan tiba-tiba maka terjadilah kemangan dan kejayaan. Aku akan gulung seperti gelombang laut.
      Akan ada cobaan maka bersabarlah. Kami akan mengirimkan kepada engkau bola api [sebagai cobaan]. Orang beriman akan dicoba, kemudian keamanan akan dikembalikan kepada engkau. Dan mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu lebih baik untuk kamu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak tahu. Kincir akan diputar, dan keputusan akan turun.
     Karunia Allah pasti akan datang dan tak seorang pun mampu menghalanginya. Katakanlah: “Ya, demi Tuhan, ini adalah kebenaran, ia tidak akan diganti dan tidak akan dibiarkan tersembunyi.” Akan timbul sesuatu yang akan menakjubkan engkau. Ini adalah wahyu Tuhan dari langit yang tinggi. Tuhan-ku tidak akan keliru dan Dia tidak akan lupa.
         [Engkau akan memperoleh] kemenangan nyata. Kami memberi mereka tangguh sampai suatu jangka waktu tertentu. Engkau beserta Aku dan Aku beserta engkau. Katakanlah: “Semuanya ada dalam kekuasaan Allah,” lalu biarkanlah ia dalam kekeliruan dan kebanggaannya. Dia beserta engkau, Dia Mengetahui segala yang tersembunyi dan di luar pengetahuan manusia. Tidak ada Tuhan selain Dia. Dia mengetahui dan melihat segala sesuatu.
        Allah beserta mereka yang bertakwa dan yang melaksanakan kewajiban mereka sebesar-besarnya. Kami telah mengirimkan Ahmad kepada kaumnya tetapi mereka berpaling dan berkata; “Ia pendusta jahat.” Mereka memberikan kesaksian untuk melawannya dan berusaha menggulungnya seperti badai. Kekasih-ku dekat, Dia dekat tetapi tersembunyi.
       Mereka mencoba membunuh engkau tetapi Allah akan melindungi  dan menjaga engkau. Aku Pelindung engkau. Karunia Allah adalah Pelindung engkau. Engkau akan menyaksikan keturunan  jauh, keturunan Qamar (bulan). Kami akan cukup bagi engkau terhadap mereka yang memperolokkan engkau. Tuhan engkau berjaga-jaga.
        Dia akan menjadikan anak-anak menjadi orang tua (beruban). Penyakit akan tersebar dan kehidupan akan hilang. Aku akan turun segera dan hari-Ku akan menjadi Hari Peradilan besar. Jangan terkejut atas urusan-Ku. Kami bermaksud memuliakan dan melindungi engkau. Bulan dari nabi-nabi akan datang dan urusan engkau akan tercapai.
        Engkau bukan orang yang akan membiarkan sebelum setan dikalahkan. Mereka ingin meniup padam cahaya Allah dan Allah berkuasa atas ketetapan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Bagi engkau kenaikan dan bagi musuh engkau kejatuhan. Kemana saja engkau menghadap di sana ada Wajah Allah. Katakanlah: “Kebenaran sudah datang dan kepalsuan sudah lenyap.”
       Allah adalah Dia yang menjadikan engkau sebagai Al-Masih anak maryam, supaya engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang leluhur mereka tidak diberi peringatan, dan supaya engkau memberi seruan kepada kaum lain. Mungkin  Allah akan memberi persahabatan di antara engkau dengan mereka yang memusuhi engkau. Kami mengenal hal itu dan Kami mengetahui.
       Segala puji bagi Allah yang memberi engkau keturunan baik dan mengadakan bagi engkau hubungan baik melalui pernikahan. Ingatlah nikmat-Ku karena engkau telah melihat Khadijah-Ku. Ini adalah rahmat dari Tuhan engkau. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya atas engkau agar menjadi Tanda bagi orang beriman. Engkau beserta Aku dan Aku beserta engkau hai Ibrahim.
        Engkau adalah Tanda yang cemerlang dan menentukan. Allah akan menunjukkan jalan-Nya dengan perantaraan engkau. Engkau dijadikan atas kebesaran Allah. Engkau adalah perwujudan dari Yang Maha Hidup. Engkau di sisi-Ku adalah permulaan urusan. Engkau dari air  Kami dan mereka dari kepengecutan. Jika kedua golongan  berhadapan Aku akan berdiri di pihak Rasul-Ku dan malaikat akan menolongnya. Aku Maha Penyayang. Tuhan Kemuliaan, Maha Tinggi. Ia tidak berkata-kata atas keinginannya sendiri, itu semua adalah wahyu yang disampaikan kepadanya. Aku ingin mengadakan khalifah maka Aku menjadikan Adam. Kepunyaan Allah segala kekuatan sebelumnya dan sesudahnya. Hai hamba-Ku, jangan takut. Tidakkah engkau melihat Kami telah memperkecil bumi pada batas-batasnya? Tidak tahukah  engkau   Allah berkuasa atas segala sesuatu?”[16]

Para Pendakwa Palsu Pasti Dibinasakan Allah Swt.

            Demikianlah wahyu-wahyu Ilahi yang diterima Masih Mau’ud a.s.   --dalam kapasitasnya  sebagai Rasul Akhir Zaman  (QS.61:10) -- yang  mengenai wahyu-wahyu-Nya  Allah Swt. seperti itu  Dia tidak   pernah membiarkan  para pendusta yang mengada-ada atas nama-Nya tanpa hukuman yang mengerikan, sebagaimana firman-Nya mengenai  Nabi Besar Muhammad saw.:
فَلَاۤ  اُقۡسِمُ بِمَا  تُبۡصِرُوۡنَ ﴿ۙ﴾  وَ مَا  لَا تُبۡصِرُوۡنَ ﴿ۙ﴾  اِنَّہٗ  لَقَوۡلُ  رَسُوۡلٍ  کَرِیۡمٍ ﴿ۚۙ﴾ وَّ مَا ہُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ ؕ قَلِیۡلًا  مَّا تُؤۡمِنُوۡنَ﴿ۙ﴾  وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَذَکَّرُوۡنَ ﴿ؕ﴾ تَنۡزِیۡلٌ مِّنۡ رَّبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ الۡاَقَاوِیۡلِ ﴿ۙ﴾ لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ  بِالۡیَمِیۡنِ ﴿ۙ﴾ ثُمَّ  لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ  الۡوَتِیۡنَ ﴿۫ۖ﴾ فَمَا مِنۡکُمۡ  مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ ﴿﴾     
Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat, dan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman yang disampaikan seorang Rasul mulia,          dan bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang penyair, sedikit sekali apa yang kamu percayai. Dan bukanlah ini perkataan ahlinujum, sedikit sekali kamu mengambil nasihatAl-Quran  adalah wahyu yang diturunkan dari  Rabb (Tuhan) seluruh alam. وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ الۡاَقَاوِیۡلِ  -- Dan  seandainya ia mengada-adakan sebagaian perkataan  atas nama Kami, لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ  بِالۡیَمِیۡنِ  --   niscaya Kami akan menangkap dia dengan tangan kanan, ثُمَّ  لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ  الۡوَتِیۡنَ  -- kemudian niscaya Kami memotong urat nadinya,  فَمَا مِنۡکُمۡ  مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ --  dan tidak ada seorang pun di antara kamu dapat mencegah itu darinya (Al-Hāqqah   [69]:39-48). Lihat pula   QS.6:22 & 94; QS.7:38; QS.10:18;  QS.11:19; QS.40:29;
      Makna ayat 39-40  bahwa hal-hal yang nampak kepada kita bekerja di alam dunia jasmani ini  -- yakni kenyataan-kenyataan hidup yang dapat dilihat -- dan hal-hal yang tersembunyi dari pandangan mata,  yaitu  akal dan kata-hati manusia, telah disinggung dalam ayat-ayat 39 dan 40 sebagai kesaksian-kesaksian guna membuktikan bahwa Al-Quran berasal dari Allah Swt..
     Atau ayat-ayat itu dapat berarti bahwa Tanda-tanda agung yang disaksikan oleh orang-orang kafir di zaman Nabi Besar Muhammad saw.   dengan mata kepala mereka sendiri dan nubuatan-nubuatan mengenai  hari depan Islam yang gilang gemilang dan masih menunggu penyem-purnaannya, keduanya merupakan dalil yang tidak dapat ditolak bahwa Al-Quran itu firman Allah Sendiri yang telah diturunkan oleh-Nya kepada Nabi Agung, Muhammad Musthafa saw..
   Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Al-Quran membahas kenyataan-kenyataan hidup lagi pasti dan bukan impian-impian gila seorang penyair, bukan pula rekayasa dan terka-terkaan seorang juru nujum di dalam kegelapanوَّ مَا ہُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ ؕ قَلِیۡلًا  مَّا تُؤۡمِنُوۡنَ -- “dan bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang penyair, sedikit sekali apa yang kamu percayai. وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَذَکَّرُوۡنَ -- Dan bukanlah ini perkataan ahlinujum, sedikit sekali kamu mengambil nasihat."
  Dalam ayat 48 dan dalam tiga ayat sebelumnya keterangan-keterangan telah diberikan bahwa bila Nabi Besar Muhammad saw.  itu pendusta, maka tangan perkasa Allah Swt. pasti menangkap dan memutuskan urat pada leher beliau  saw. dan pasti beliau saw. telah menemui ajal (kematian) pedih,  serta  seluruh pekerjaan dan misi beliau saw. pasti telah hancur berantakan, sebab memang demikianlah nasib seorang nabi palsu, firman-Nya: وَ لَوۡ تَقَوَّلَ عَلَیۡنَا بَعۡضَ الۡاَقَاوِیۡلِ  -- Dan  seandainya ia mengada-adakan sebagaian perkataan  atas nama Kami, لَاَخَذۡنَا مِنۡہُ  بِالۡیَمِیۡنِ  --   niscaya Kami akan menangkap dia dengan tangan kanan, ثُمَّ  لَقَطَعۡنَا مِنۡہُ  الۡوَتِیۡنَ  -- kemudian niscaya Kami memotong urat nadinya,  فَمَا مِنۡکُمۡ  مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ --  dan tidak ada seorang pun di antara kamu dapat mencegah itu darinya.”
 Dakwa dan keterangan yang tercantum dalam ayat-ayat ini, agaknya merupakan reproduksi yang tepat dari peryataan Bible dalam Ulangan 18:20.

 (Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
                                                                              ***
Pajajaran Anyar,  9  Mei     2017



[15] Kini telah zahir satu tanda bagi penduduk Mekkah yang tak dapat dipungkiri lagi, demikian pula bagi penduduk Madinah. Yaitu   1300   yang lalu untuk  bepergian dari Makkah ke Madinah banyak digunakan unta-unta sebagai kendaraan. Setiap tahun ratusan ribu unta-unta dari Mekkah ke Madinah dan sebaliknya datang dan pergi. Dan mengenai unta-unta tersebut secara tak disengaja terdapat kabar gaib di dalam Quran Syarif dan hadits, bahwa di suatu waktu unta-unta ini bakal ditinggalkan orang (tak digunakan lagi sebagai kendaraan) dan tak seekorpun akan mengendarainya. Dan demikianlah berikut ini Allah berfirman: وَ  اِذَا الۡعِشَارُ عُطِّلَت   --  (dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan -  QS.81:5), dan bunyi haditsnya: yatrakul- qalama falā yas’a  ‘alayha (unta akan ditinggalkan maka tidak akan berlari atasnya). Keduanya adalah saksi. Betapa besarnya kabar suka ini yang merupakan tanda  bagi Masih pada masanya dan tanda bagi kedatangan Masih Mau’ud, hal ini telah sempurna dengan munculnya kereta api, mobil dll.

[16] Ingatlah bahwa doa ini tidak termasuk dalam mubahalah, sebab arti mubahalah  menurut kamus bahasa Arab dan menurut  syariat adalah kedua belah pihak yang bertentangan masing-masing berdoa kepada Tuhan. Tetapi dalam hal ini hanya terbatas pengaruhnya kepada diriku semata, tidak kepada siapa-siapa. (Pen).

 [17] Allah Ta’ala telah memperlihatkan hampir 100 tanda-tanda-Nya di dalam menolongku. Sebagai buktinya telah lahir 4 anak sesuai dengan kabar gaib, secara jelasnya tertulis di dalam kitab Taryaqul Qulub. Demikian pula kabar gaib atas yang mulia saudaraku Tuan Maulvi Hakim Nuruddin, bahwa akan lahir di rumahnya seorang anak laki-laki yang pada  tubuhnya terdapat kelainan. Dan juga mengenai Atham ada kabar gaib bersyarat. Kabar gaib tentang  Lekh Ram berkenaan dengan  kematiannya, bahwa dia akan mati terbunuh adalah akibat dari menghina diriku. Kabar gaib akan merajalelanya wabah tha’un di negeri ini. Pendeknya itu adalah beberapa kabar gaib yang telah sempurna, dan beribu-ribu manusia menyaksikannya. Dan semua kabar gaib tercantum dalam buku Taryaqul Qulub. (Pen).























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persamaan "Sunnatullaah" Mengeai "Kebinasaan Para Pendusta" Atas Nama "Allah Swt." Dalam "Al-Quran" Dengan "Sunnatullaah" Dalam "Kitab-kitab Ilhami"Dalam "Bible"

Bismillaahirrahmaanirrahiim “ARBA’IN” ARBA’IN LI-ITMÂMIL HUJJAH ‘ALAL MUKHALLIFÎN (Empat Puluh Risalah, Menyempurnakan Argu...